UJI POTENSI ANTI KANKER EKTRAK ETANOL BIJI KEBIUL (Caesalpinia bonduc (L) Roxb) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)
DOI:
https://doi.org/10.30649/obj.v4i2.13Kata Kunci:
Kata Kunci : Biji Kebiul, Anti kanker, BSLT, LC50Abstrak
Penyakit kanker menjadi masalah kesehatan dunia yang diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat. Prevalensi penyakit kanker di Indonesia sebesar 1,4% atau sekitar 347.792 orang. Penanganan penyakit kanker saat ini yang dilakukan dengan kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Saat ini banyak senyawa aktif dari tanaman herbal yang dipercaya sebagai salah satu alternative yang digunakan masyarakat sebagai antikanker, ditunjukan dengan beberapa penelitian dan ketersediaan senyawa aktif dari tanaman herbal tunggal yang diisolasi dari tanaman sebagai antikanker mudah ditemukan oleh masyarakat dan meiliki efek samping yang minimal. Salah satu tanaman yang berpotensi di Bengkulu yaitu kebiul (Caesalpinia bonduc (L.) Roxb) yang mana menurut masyarakat Bengkulu bijinya digunakan untuk berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini peneliti ingin menguji potensi senyawa aktif bijikebiul (Caesalpinia bonduc (L.) Roxb) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test.Tahapan penelitian ini dengan membuat simplisia kering dari biji kebiul lalu diekstraksi dengan etanol 96% dandiuapkan diatas rotary evaporator hingga didapatkan ekstrak kental etanol. Ekstrak diuji menggunakan Metode BSLT, dihitung jumlah kematian larva dan diukur LD50. Hasil dari analisis regresi linier menunjukan nilai LC50 dari ekstrak etanol biji kebiul adalah 11,1943 μg/mLhalini menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji kebiul bersifat sangattoksik yang mana ditandai dengan nilai LC50<30 μg/mL.
Referensi
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, C. M. Goetz and J. L. McLaughlin. 1991. A Blind Comparison of Simple Bench-top Bioassays and Human Tumour Cell Cytotoxici ties as Antitumor Prescreens . Phytochemical Analisis. vol. 2, (107) I-II.
Hosseini A dan Ghorbani A. 2015. Cancer therapy with phytochemicals: evidence from clinical studies. Avicenna J Phytomed. 5 (2): 84-97.
Imran M, Talpur FN, Jan MS, Khan A, Khan I. Analysis of nutritional components of some wild edible plants. J Chem Soc Pak. 2007;29(5):500–508.
Kementrian Kesehatan RI Pusat Data dan Informasi Kesehatan. 2015. Stop Kanker.infodatin-Kanker.
Meyer, B.N., Ferrigni, N.R., Putnam, J.E., Jacobsen, L.B., Nichols, D.E., dan McLaughin, J.L., 1982, Brine Shrimp: A Convenient General Bioassay for Active Plant Constituent, Planta Medica. 45:31-34.
Nussbaumer S, Bonnabry P, Veuthey JL, Sandrine F. 2011. Analysis of anticancer drugs: A review. Talanta, 85: 2265-2289.
Reynertson, K. A., 2007, Phytochemical Analysis of Bioactive Constituens from Edible Myrtaceae Fruit, Dissertation, The City University of New York, New York.
Saifudin, A, 2014, Senyawa Alam Metabolit Sekunder Teori, Konsep dan Teknik Pemurnian, Depublish, Yogyakarta.
Sopianti DS, Herlina, Aulikha NP. 2017. Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Dari Ekstrak Etanol Biji Kebiul (Caesalpinia bonduc (L). Roxb), Proseding Seminar Nasional Herbal Medicine November 2017, Kerjasama Antara Akademi Farmasi Al-Fatah Bengkulu dan Vokasi D3 Farmasi Universitas Bengkulu. Halaman 101-109.
Tabaga, K. D., Durry, M. F., & Kairupan, C. (2015). Efek Seduhan Teh Hijau (Camellia Sinensis) Terhadap Gambaran Histopatologi Payudara Mencit Yang Diinduksi Benzo (α) pyrene. eBiomedik, 3(2).
WHO. 2014. Cancer. Fact Sheet No. 2971. Geneva: Switzerland. http://www.who.int.[Diakses pada 28 Juli 2019.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Denta Journal Kedokteran Gigi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
