Analisis Perbedaan Kadar Hematokrit dalam Sampel yang Dihomogenisasi Sekunder Sebanyak 8 Kali yang Tidak Dihomogenisasi Sekunder
DOI:
https://doi.org/10.30649/obj.v6i1.108Kata Kunci:
hematokrit, hematologi, Preanalitik, homogenisasiAbstrak
Latar Belakang: Pemeriksaan hematologi merupakan salah satu kegiatan di laboratorium klinik. Pemeriksaan hematologi salah satunya adalah pemeriksaan hematokrit. Pada pemeriksaan hematokrit salah satu hal yang penting dalam tahap pra analitik adalah homogenisasi sampel. Penundaan pemeriksaan yang terjadi menyebabkan darah mengendap oleh karena itu perlu dilakukan homogenisasi sekunder sebelum darah diperiksa menggunakan alat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya perbedaan hasil pemeriksaan kadar hematokrit dalam sampel yang tidak dihomogenisasi sekunder dan dihomogenisasi sekunder sebanyak 8 kali. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah pra eksperimen dengan menggunakan Static Group Comparation. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa/i Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas yang dipilih secara Acidental sampling. Pemeriksaan kadar hematokrit dalam sampel menggunakan alat Sysmex XP-100 dengan menggunakan metode Apature Impedance Counters. Sampel diperiksa dengan diberi perlakuan tanpa homogenisasi sekunder dan dihomogenisasi sekunder sebanyak 8 kali. Data hasil pengukuran sampel kemudian diuji dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Sampel yang diperiksa sebanyak 30 sampel memiliki rata-rata hasil pemeriksaan kadar hematokrit dalam sampel yang diberi perlakuan tidak dihomogenisasi adalah 65% dan rata-rata hasil pemeriksaan sampel dengan perlakuan dihomogenisasi sekunder sebanyak 8 kali adalah 39,9%. Hasil pemeriksaan tersebut diuji secara statistik dan menunjukkan hasil terdapat perbedaan yang bermakna p=0,000<0,05. Simpulan: Terdapat perbedaan hasil pemeriksaan kadar hematokrit sampel yang tidak dihomogenisasi sekunder dan dihomogenisasi sekunder 8 kali.
Referensi
Aipassa, Indah, Muji Rahayu, and Tulus Ariyadi. 2020. “PERBEDAAN KADAR UREUM SERUM DAN PLASMA LITHIUM.” 4: 42–46.
Alshaghdali, Khalid, Tessie Y Alcantara, Raja Rezgui, and Charlie P Cruz. 2019. “Indicators in a Hematology Laboratory.”
Dennis J, Ernst, Anne-Marie Martel, and Judy C.Aqbique. 2017. “Collection of Diagnostic Venous Blood Specimens.” CLSI 7.
Lima-oliveira, Gabriel et al. 2014. “Processing of Diagnostic Blood Specimens : Is It Really Necessary to Mix Primary Blood Tubes after Collection with Evacuated Tube System ?” 12(1).
Lippi, Giuseppe et al. 2007. “Evaluation of Different Mixing Procedures for K2 EDTA Primary Samples on Hematological Testing.” 38(12): 723–25.
Liswanti, Yane. 2014. “GAMBARAN LAJU ENDAP DARAH (METODE SEDIMAT) MENGGUNAKAN NATRIUM SITRAT 3,8% DAN EDTA YANG DI TAMBAH NaCl 0,85% Yane Liswanti ABSTRACK.” 12(1).
Putra, Gagah, and E Sri Sayekti. 2017. “Perbedaan Hasil Pemeriksaan Mikro Hematokrit Menggunakan EDTA 5% Dan 10%.” Jurnal Insan Cendekia 5(1): 2015–18.
Qurotul Aini Ramadhani, Ardiya Garini, Nurhayati, and Sri Hartini Harianja. 2019. “PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU MENGGUNAKAN SERUM DAN PLASMA EDTA THE DIFFERENCE OF BLOOD GLUCOSE LEVEL USING EDTA SERUM AND PLASMA Qurotul Aini Nur Ramadhani , Ardiya Garini , Nurhayati , Sri Hartini Harianja Hasil : Hasil Penelitian Menunjukkan Ad.” Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang 14(2): 80–84.
Riyanto. 2014. “Validasi & Verifikasi Metode Uji.” Buku Validasi & Verifikasi Metoda Uji:Sesuai ISP/IEC 17025 Edisi 1.
Sebayang, Rosnita, Hotman Sinaga, and Mustika Sari Hutabarat. 2021. “HOMOGENISASI SEKUNDER TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN.” Jurnal Keperawatan Silampari 5(DOI: https://doi.org/10.31539/jks.v5i1.3049 HOMOGENISASI): 444–52.
Vacutainer, BD. 2019. “Order of Draw for Multiple Tube Collections.” : 7417.
Yucel, Cigdem, Turan Turhan, and Esin Calci. 2016. “The Effect of Preanalytical Mechanical Mixing Time on Complete Blood Cell Count Parameters in the Emergency Laboratory The Effect of Preanalytical Mechanical Mixing Time on Complete Blood Cell Count Parameters in the Emergency Laboratory.” (December).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Oceana Biomedicina Journal

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
