Analisis Kalsium (Ca) pada Ikan Petek dan Mujair dengan Metode Kompleksometri

Penulis

  • Azmalina Adriani Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan, AKAFARMA Banda Aceh
  • Fauziah Fauziah Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan, AKAFARMA Banda Aceh
  • Riki Saputra Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan, AKAFARMA Banda Aceh

DOI:

https://doi.org/10.30649/v2i2.30

Kata Kunci:

kalsium, ikan petek, ikan mujair, kompleksometri

Abstrak

Ikan adalah salah satu contoh bahan pangan yang banyak mengandung protein dan mineral
salah satunya yaitu kalsium. Kalsium (Ca) berfungsi untuk metabolisme tubuh dalam
pembentukan tulang dan gigi. Ikan Petek dan Mujair mengandung kalsium yang dibutuhkan
oleh tubuh manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kalsium yang
terkandung dalam ikan Petek dan Mujair. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive
sampling, dimana sampel yang digunakan diperoleh dari pasar Peunayong Banda Aceh.
Penelitian dengan menggunakan metode kompleksometri. Sampel ikan Petek dan ikan Mujair
yang telah di abukan dititrasi dengan menggunakan Na2-EDTA sebagai pentiternya. Hasil
penelitian dari ikan Petek dan Mujair memiliki kadar kalsium yang berbeda dimana kadar
kalsium pada ikan Petek rata- rata mencapai 0,853 % dan kadar kalsium pada ikan Mujair
rata-rata mencapai 0,616 % . Ikan Petek memiliki kadar kalsium lebih tinggi dari pada ikan
Mujair hal ini di sebabkan berdasarkan habitanya, dimana ikan Petek merupakan ikan air laut
yang kaya akan lemak, vitamin, dan mineral, sedangkan ikan Mujair merupakan ikan air
tawar yang banyak akan karbohidrat dan protein.

Referensi

Adawyah, R. 2007. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Arthama. 2005. Patologi Ikan Teleostei. Jakarta: Universitas Gadjah Mada.

Barasi dan Halim, 2009. At a Galance Ilmu Gizi. Erlangga: Jakarta.

Depkes RI. 1995. Daftar Komposisi Zat Gizi Pangan Indonesia, Edisi 1995: Jakarta.

Erika, Y. 2008. Gambaran diferensiasi leukosit pada ikan mujair (Oreochromismossambicus)

di daerah ciampea bogor. Bogor: IPB, Fakultas Kedokteran hewan.

Fitria Virgantari, 2012. Analisis Permintaan Produk Perikanan di Indonesia: suatu studi

cross-sectional. Institut Pertanian Bogor.

Khopkar. 2002. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI Press. Jakarta.

Khomsan A. 2004. Ikan, Makanan Sehat dan Kaya Gizi, dalam Peranan Pangan dan Gizi

untuk Kualitas Hidup. PT Gramedia Widiasarana,Jakarta.

Miefthawati, N.P., Gusrina,.L., dan Axela, F. 2013. Penetapan Kadar Kalsium Ikan Kembung

Segar Dan Ikan Kembung Asin Secara Kompleksometri, Jurnal Analis Kesehatan

Klinikal Sains, 1(1) : 2 - 5.

Nia N. Susanti, 2016. Analisis Kalium dan Kalsium pada Ikan Kembung dan Ikan Gabus.

Volume 3: Bandung.

Peristiwady T. 2006. Ikan-ikan laut ekonomis penting di Indonesia. LIPI Press. Jakarta.

Said, A. 2000 . Budidaya mujair dan nila. Cibitung, jawa barat. Ganeca exact.

Setianto, D. 2012. Budidaya Ikan Mujair di Berbagai Media Pemeliharaan.Yogyakarta.

Pustaka Baru Press.

Sidatik, 2015. Angka Konsumsi Ikan 2010-2015. http://statistik.kkp.go.id/sidatikdev/Berita/Analisis%20Angka%20Konsumsi%20Ikan%202010-2015.pdf. Diakses

pada tanggal 2 Mei 2017.

Sugiarti. 1988. Teknik Pembenihan Ikan Mujair dan Nila. Penerbitan CV Simpleks (Anggota

IKAPI) Jakarta.

Wirakusumah, ES. (2010). Perencanaan Menu Anemia Gizi Besi. PT. Trubus Agriwidya.

Jakarta.

Unduhan

Diterbitkan

2019-07-05

Cara Mengutip

Adriani, A., Fauziah, F., & Saputra, R. (2019). Analisis Kalsium (Ca) pada Ikan Petek dan Mujair dengan Metode Kompleksometri. Oceana Biomedicina Journal, 2(2), 91–100. https://doi.org/10.30649/v2i2.30