Pengaruh Terapi Oksigen Hiperbarik 2,4 ATA 3X30 Menit 5 Sesi terhadap Kadar Testosteron pada Tikus Model Sindroma Ovarium Polikistik dengan Resistensi Insulin

Fajar Sudiono, Lunardhi Susanto, Wachjudi Kurnia

Abstract


ABSTRAK

Latar Belakang:Sindroma ovarium polikistik (SOPK) adalah suatu kelainan endokrin yang mempunyai spektrum gambaran yang luas dan paling sering timbul pada wanita usia reproduktif. Faktor yang mendasari terjadinya SOPK adalah androgen yang berlebih, resistensi insulin, dan gangguan dinamika gonadotropin. Androgen yang berlebih menyebabkan ketidak seimbangan LH dan FSH. Terapi oksigen hiperbarik menurut teori dapat meningkatkan sensitivitas jaringan terhadap insulin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi okssigen hiperbarik 2,4 ATA 3x30 menit selama 5 sesi terhadap kadar testosterone pada tikus model Sindroma Ovarium Polikistik dengan resistensi insulin.

Metode:Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental sejati dengan post test only control group design. Besar sampel yang digunakan sebanyak 12 ekor yang terbagi menjadi 2 kelompok. Variabel bebas pada penelitian adalah terapi oksigen hiperbarik, variabel terikatnya yaitu kadar testosteron pada sampel darah tikus putih dan variabel controlnya suhu ruang dan pakan standart serta variabel kendalinya injeksi androgen, jenis dan spesifikasi hewan coba, ukuran kandang dan perawatan hewan. Analisis data penelitian ini diolah menggunakan uji Uji Mann Whitney U.

Hasil:Hasil data menggunakan Uji Mann Whitney U menunjukkan tidak ada perbedaan antara Kadar testosteron kelompok hewan coba yang diberi injeksi androgen dengan kelompok hewan coba yang diberi injeksi androgen dan terapi oksigen hiperbarik.

Kesimpulan:Pemberian terapi oksigen hiperbarik tidak berpengaruh terhadap Kadar testosterone pada kelompok tikus putih (Rattus Norvegicus) model Sindrom ovarium polikistik dengan resistensi insulin.

 

Kata kunci: Terapi oksigen hiperbarik, Kadar testoteron, Sindroma ovarium polikistik, Resistensi insulin

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Baziad, A. (2012) “Sindrom Ovarium Polikistik dan Penggunaan Analog GnRH,” 39(8), hal. 573–575.

Eden, John. Polycystic ovary syndrome : a woman’s guide to identifying and managing PCOS. Australia: National Library of Australia; 2005

Guyton, A.C. and Hall, J.E., 2006. Textbook of Medical Physiology. 11th ed. Philadelphia, PA, USA: Elsevier Saunders.

Goodarzi MO, Dumesic DA, Chazenbalk G and Azziz R. Polycystic Ovary Syndrome: Etiology, Pathogenesis and Diagnosis. Nature Reviews, Endocrinology. 2011.7. p : 219-231.

Ganong, WF. 2005. Review of Medical Physiology. USA: McGraw-Hill Companies.

Hadibroto, B. R. (2005) ‘Sindroma Ovarium Polikistik’, Majalah Kedokteran Nusantara, 38(4).

Huang S, Czech M. The GLUT4 glucose transporter. Cell Metabolism. 2007:247-52.

McGee E, Hsueh A. Initial and cyclic recruitment of ovarian follicles. Endocrine Reviews. 2000;21 (2):200-14

Mediastinum. In: Sugden, M., ed. Clinical Anatomy. 11th ed. UK: Blackwell Publishing, 31.

Mescher, A.L. 2011. Histologi Dasar Junqueira, Teks dan Atlas, Edisi 12. EGC. Jakarta.

Rusnasari, Veronica D. hubungan resistensi insulin (HOMA-IR) dengan obesitas dan perubahan hormon androgen pada penderita sindrom ovarium polikistik (tesis). Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Dipenogoro; 2005

Susanto, L. et al. (2018) ‘Pemberian Terapi Oksigen Hiperbarik Tidak Memberikan Pengaruh Positif pada Ketebalan Endometrium pada Tikus Model Sindrom Ovari Polikistik dengan Resistensi Insulin Hyperbaric Oxygen Therapy Does Not Improve the Endometrial Thickness in PCOS Rat with Insu’, 50(1), pp. 1–5.

The Follicular Phase of the Etrsous Cycle. Dikutip dari http://www.wisc.edu/ansci_repro/lec/lec_10/lec10out.html pada tanggal 27 April 2006

Thom, S. R. (2009) ‘Oxidative stress is fundamental to hyperbaric oxygen therapy’, Journal of Applied Physiology, 106(3), pp. 988–995. doi: 10.1152/japplphysiol.91004.2008.

Veterini, V. and Santoso, B. (2015) ‘Oxygen Hyperbaric Exposure Induces GLUT4 Expression Reduction and No Folliculogenesis Alterations in Rat PCOS with Insulin Resistance Model’, Majalah Obstetri & Ginekologi, 23(3), pp. 112–117.

Wahyuni, M., Decroli, E. and Lasmini, P. S. (2011) ‘Artikel Penelitian Hubungan Resistensi Insulin dengan Gambaran Klinis Sindrom Ovarium Polikistik’, Jurnal kesehatan andalas, 4(3), pp. 908–916.

Wilkinson D, Hellbron K, Chapman I. Short report: Patophysiology hyperbaric oxygen therapy improves peripheral insulin sensitivity in humans.




DOI: http://dx.doi.org/10.30649/obj.v3i1.25

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Oceana Biomedicina Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Translation: https://www.onlinedoctranslator.com

Duplication checking by: https://www.duplichecker.com

Plagiarism detection by: https://plagiarismdetector.net

 Zotero

Published by: Universitas Hang Tuah, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.